beritadunesia-logo

Desa Buluh Cina

Desa Buluh Cina yang dibelah oleh sungai Kampar dan dikelilingi hutan tropis yang eksotis, dapat dijangkau setengah jam bermobil (20 Km) dari Pekanbaru, ibukota Propinsi Riau atau (90 Km) dari Bangkinang Ibu kota Kabupaten Kampar.



Keindahan yang bisa dinikmati antara lain:
  • Keunikan rumah panggung khas melayu Kampar, sementara kanak-kanak serta wanita mandi dan mencuci di rakit-rakit kayu di sepanjang tepian sungai.
  • Lalu lalangnya sampan-sampan kayu sebagai alat utama untuk mencari ikan atau ke ladang.
  • Memancing di sehiliran sungai atau 11 danau alam yang indah di tengah hutan belantara di sekitar desa, sambil menyaksikan burung-burung dengan beraneka warna yang eksotis menelusuri 1000 Ha hutan tropis berisi ratusan kayu yang menjulang tinggi di sela berbagai jenis paku gajah, pinang-pinang, anggrek hutan dan satwa-satwa seperti rusa, kijang, monyet, siamang, musang, trenggiling, landak dan tupai.
  • Berkemah atau bermain voli pantai di pantai abadi berpasir lembut di tanjung-tanjung sungai.
  • Balai Adat dan museum Dua Suku, berisi peralatan para leluhur sebagai saksi sejarah atas terbentuknya komunitas masyarakat Adat Buluh Cina dari generasi ke generasi.
  • Menyaksikan di saat tengah malam para nelayan pulang dari menangkap ikan dari sungai, dan proses terjadinya ajang transaksi penjualan ikan-ikan yang baru di tangkap dengan para pedagang ikan sungguh mengasyikan.
Desa Buluh Cina dalam wilayah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar terbagi dalam 3 Dusun, berpenduduk 1500 jiwa (300 KK) merupakan desa adat tertua, yang wilayah ulayatnya “melahirkan” desa-desa : Watas Hutan, Pangkalan Baru, Desa Baru, Pandau Jaya dan Tanah Merah. Adat istiadatnya mirip dengan adat istiadat di XIII Koto Kampar dan Minangkabau (Sumatera Barat). Penduduk yang terbagi dalam dua suku menurut garis keturunan ibu (Matrilinear). Suku Melayu dengan Pucuk Adat Datuk Majolelo dan suku Domo dengan pucuk Adat Datuk Tumanggung. Karena Datuk Tumanggung pindah ke Desa Watas Hutan, sekitar 3 jam bersampan dari Buluh Cina ke Hulu sungai (Barat), pucuk adat suku Domo di Buluh Cina dipegang oleh Datuk Baginda.

Sebelas buah danau di Buluh Cina rata-rata lebarnya 100 M dan panjang antara 200 - 3000 M merupakan kolam ikan di tengah hutan belantara, yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat adat Buluh Cina sejak nenek moyangnya. Di sisi utara desa ada tiga danau: danau Rengas, danau Rawang dan danau Lagun. Di sisi selatan ada delapan danau: danau Tuok Tonga, danau Baru, danau Tanjung Putus, danau Pinang Dalam, danau Pinang Luar, danau Rayo, danau Tanjung Baling dan danau Bunte. Sejak tahun 1997 masyarakat telah menyatakan judi, narkoba dan minuman keras terlarang di Buluh Cina. Bahkan untuk menangkalnya kaset/video porno di desa itu dilarang menjual atau menyewakan kaset video atau keping VCD.